Sunday, July 5, 2020

Sinopsis Drama Someone You May Know


Lee Yi Ahn ( Choi Soo Young ) adalah seorang asisten produser acara stasiun televisi. Pacarnya-mantan pacarnya, Kim Jin Young ( Sim Hee-Seop ) baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan. Kejadian tersebut terjadi setelah satu minggu mereka putus. Yi Ahn menganggap mereka belum sepenuhnya putus, ia berpikir mereka akan kembali berbaikan seperti biasanya. Yi Ahn tidak pernah menyangka ia akan benar-benar kehilangan Kim Jin Young kali ini. 

Sebelum kematiannya, Kim Jin Young berpesan untuk memberikan ponselnya kepada Yi Ahn. Hal tersebut membuat Yi Ahn bertanya-tanya apa alasan Kim Jin Young ingin memberikan ponsel itu kepadanya dan jawaban itu ada di dalam ponsel tersebut. Sayangnya, Yi Ahn harus memasukkan password terlebih dahulu karena ponsel itu terkunci.


Walaupun telah lama berpacaran, Yi Ahn tidak mengetahui nomor password pacarnya itu. Yi Ahn hanya memiliki 10 kesempatan untuk membuka kunci agar ponsel tersebut tidak memformat ulang. Ia pun mencoba mengingat kenangan mereka berdua di masa lalu yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk membuka kunci ponsel tersebut.

1. Password pertama : 0314 - 14 Maret 2009, saat pertama bertemu


"Setelah kami mulai berpacaran, Jin Young mengatakan ini kepadaku : Pada White Day, 14 Maret 2009 saat kami pertama kali bertemu, aku mulai percaya pada cinta pada pandangan pertama".

Pertemuan pertama Yi Ahn dan Kim Jin Young terjadi karena ponsel mereka yang tertukar. Hari itu mereka berada di ruang ujian yang sama. Setelah menyelesaikan ujian, mereka mengambil ponsel masing-masing tanpa menyadari ponsel mereka telah tertukar karena ponsel mereka sama persis. 

Yi Ahn mulai panik karena malam harinya ia harus mengangkat telepon dari London untuk wawancara pertukaran mahasiswa. Setelah berhasil mendapatkan informasi dari teman Kim Jin Young, ia pun bergegas datang ke Fagle Tavern, lokasi orientasi mahasiswa baru yang rencananya akan di hadiri oleh Kim Jin Young. Sesampainya disana, semua orang menyangka ia adalah Kim Jin Young dan langsung mengalungkan nama Kim Jin Young di lehernya. Yi Ahn terperangkap dan tidak bisa kabur, ia juga berpikir harus menemui Kim Jin Young untuk mengambil ponselnya kembali. Pada akhirnya, Yi Ahn tetap berada di sana dan berakhir mabuk. Sementara itu, Jin Young berlari dengan tergesa-gesa menuju tempat Yi Ahn. Ia baru mengetahui bahwa Yi Ahn harus menerima telepon pada pukul 9, jika tidak, dia bisa kehilangan kesempatan untuk melakukan pertukaran mahasiswa ke London. 


Kim Jin Young sampai di Fagle Tavern dan melihat Yi Ahn yang sedang mabuk. Yi Ahn memaki Kim Jin Young yang tak kunjung datang dan mempertanyakan mengapa ponsel Jin Young harus di kunci. Ia tidak menyadari orang yang ia cari sedang berdiri di sampingnya. Tiba-tiba ponsel Yi Ahn berbunyi dan Ji Young yang mengetahui itu adalah telepon penting segera memberikan ponsel tersebut ke Yi Ahn. Yi Ahn menerima telepon tersebut dengan setengah mabuk, telepon pun terputus. Melihat hal tersebut, Jin Young mulai merasa bersalah karena telah membuat Yi Ahn gagal melakukan wawancara namun tanpa di sangka-sangka Yi Ahn yang masih mabuk justru tersenyum manis kepada Jin Young. 

2. Password kedua : 0701 - 1 Juli 1989, ulang tahun Yi Ahn


Yi Ahn bersikeras agar Kim Jin Young mau ikut dengannya dalam kontes festival menyanyi. Ia meminta hal tersebut sebagai hadiah ulang tahun untuknya. Setelah mendengar perkataan pacarnya itu, Jin Young akhirnya mau ikut walaupun ia sama sekali tidak bisa bernyanyi. Mereka berdua menyanyikan lagu A Scar Deeper Than Love dengan sangat baik hingga memukau penonton. Yi Ahn sangat berharap untuk memenangkan posisi pertama agar bisa mendapat hadiah tiket liburan ke Guam namun sayangnya mereka hanya memenangkan posisi kedua dan mendapat hadiah mesin pijat.

Yi Ahn menunggu di ruang hias sambil menggunakan mesin pijat yang baru saja ia dapatkan. Tidak lama kemudian, ia menerima pesan dari Jin Young yang menyuruhnya pergi ke depan panggung. Yi Ahn pun pergi ke arah panggung, seketika lampu menyala dan muncul Jin Young bersama teman Yi Ahn membawa kue ulang tahun sambil bernyanyi. Setelah itu, Jin Young mengajak Yi Ahn ke atas panggung, ia mengambil kotak hadiah dari kantongnya. Jin Young membuka kotak tersebut dan nampak sebuah kalung berbentuk hati di dalamnya kemudian ia memakaikan kalung itu kepada Yi Ahn diikuti dengan ucapan ulang tahun. Yi Ahn mengingat sikap romantis pacarnya itu sebagai momen yang tidak bisa ia lupakan.


3. Password ketiga : 3176 - manusia itu sederhana 

Yi Ahn mendatangi toko yang dikenal bisa membongkar password namun sang pemilik mengatakan ia tidak bisa membuka kunci ponsel pacarnya itu. Sang pemilik toko justru memberi saran untuk memasukkan empat digit terakhir nomor ponsel Jin Young.


Setelah pergi ke toko itu, Yi Ahn mengingat kenangan ketika Ji Young yang terpaksa tampil dengan rambut keriting akibat keisengan Yi Ahn. Saat itu, Yi Ahn sedang mengidolakan karakter Gu Joon Pyo sehingga ia berencana mengubah penampilan Jin Young seperti tokoh idolanya itu, namun ternyata hasilnya justru buruk bagi Ji Young. Meskipun Jin Young berulang kali menyangkal bahwa dirinya kesal, Yi Ahn tahu bahwa ia telah membuat pacarnya itu marah. Oleh karena itu, saat mereka bertemu kembali di taman, Yi Ahn memberikan kejutan kepada Jin Young. Ia tampil dengan rambut keriting juga. Melihat usaha Yi Ahn untuk memperbaiki kesalahannya, membuat Jin Young tersenyum dan menyebut pacarnya tetap terlihat cantik dengan rambut keriting.


4. Password keempat : 0223 - 23 Februari 2012, kesalahan jadwal penerbangan

Yi Ahn dan Jin Young harus merasakan hubungan jarak jauh karena Jin Young akan masuk wamil sedangkan Yi Ahn memutuskan untuk belajar di luar negeri. Mereka berjanji bertemu di bandara karena baik Jin Young maupun Yi Ahn akan pulang di hari yang sama. 

Permasalahan terjadi ketika Yi Ahn yang baru saja menyelesaikan studinya di Amerika salah memberitahukan jadwal penerbangan kepada Jin Young. Jin Young menunggu Yi Ahn dengan sangat antusias, ia bahkan menunggu di pintu kedatangan sambil memegang kertas bertuliskan nama Yi Ahn. Waktu pun berlalu namun Yi Ahn tidak kunjung datang. Kim Jin Young mulai memiliki prasangka buruk bahwa sang pacar ingin mencampakkannya. Ia mengecek ke bagian informasi dan mendapati bahwa penumpang yang berangkat dari New York jam 4 sore sudah turun semua.

Ketika di pesawat Yi Ahn baru menyadari kesalahannya. Ia tidak mempertimbangkan perbedaan waktu antara Korea dan Amerika. Setelah turun dari pesawat, ia segera mencari keberadaan Jin Young dan menemukan Jin Young yang duduk di lantai dengan wajah memelas. Ternyata Jin Young tetap menunggu kedatangan Yi Ahn di bandara. Melihat pacarnya itu, Yi Ahn segera memanggil nama Jin Young dan berlari ke pelukannya. Yi Ahn menangis tersedu-sedu dan berulang kali meminta maaf atas kesalahannya. 

Saat di tempat makan, Yi Ahn masih saja merasa bersalah. Melihat Yi Ahn yang terus saja menyesali perbuatannya membuat Jin Young mengambil tissue dan pulpen kemudian menulis tanggal 23 Februari. Ia kemudian mengajak Yi Ahn berfoto untuk mengingat momen itu.


"Hari yang paling sulit untuk menunggu".

5. Password kelima : 0404 - 4 April 1989, tanggal lahir Kim Jin Young

Sebuah pesan dari pasangan kencan buta Jin Young membuat Yi Ahn kembali mengingat masa lalunya. Jin Young dan Yi Ahn pernah bertengkar karena Yi Ahn menghadiri kencan buta atas permintaan temannya. Yi Ahn dengan jujur mengatakan kepada pasangan kencannya bahwa ia sudah punya pacar dan hanya menghadiri kencan itu karena temannya terus memaksa. 

Sepulangnya dari kencan buta, Yi Ahn mendapati Jin Young yang sedang menunggu di depan rumahnya. Jin Young melihat bunga di genggaman Yi Ahn dan memuji bunga itu nampak cantik. Yi Ahn merasa Jin Young menyindirnya dan mengatakan dengan lantang ia baru saja menghadiri kencan buta. Jin Young malah tersenyum dan mengatakan dirinya bangga memiliki seorang pacar cantik yang disukai banyak pria. Yi Ahn semakin kesal mendengar perkataan Jin Young. Yi Ahn tidak suka disindir seperti itu, ia mulai mengeluhkan sikap Jin Young yang harusnya jujur jika ingin marah. Amarah Yi Ahn semakin memuncak dan ia berkata lebih baik mereka putus saja.

Yi Ahn memutuskan bertemu dengan pasangan kencan Jin Young. Wanita itu datang dan berniat untuk mengembalikan barang milik Jin Young yang tidak sengaja ia bawa. Barang itu adalah sebuah pulpen. Melihat pulpen itu Yi Ahn merasa sedih karena pulpen itu adalah hadiah yang ia berikan ketika Jin Young pertama kali diterima bekerja. Sebelum memberikan pulpen itu, Yi Ahn memperingatkan Jin Young agar tidak terkejut dengan pesan yang terukir di pulpen itu. Yi Ahn mengaku ia dengan ceroboh menukar pesan ucapan selamat dengan isi sms yang ingin ia kirim. Jin Young tertawa mendengar pengakuan Yi Ahn, ia mengatakan tidak akan mempermasalahkan kecerobohan Yi Ah karena ia sangat menyukai hadiah dari pacarnya itu. 


Setelah mendapatkan hadiah dari Yi Ahn, Jin Young mengaku juga punya hadiah yang ingin diberikan kepada Yi Ahn. Kim Jin Young dengan bangganya memberikan kartu nama pertamanya kepada sang pacar sebagai hadiah balasan. Di dalam kartu nama itu, ternyata Jin Young juga melakukan kecerobohan seperti Yi Ahn, ia yang seharusnya menuliskan kjy89 pada emailnya justru menulis kjy8944. Angka 8944 mewakili tanggal lahir Jin Young yaitu 4 April 1989.

6. Password keenam : 2565 - rangkaian nama kita berdua


Yi Ahn pindah ke apartemen baru dibantu oleh Kim Jin Young. Saat harus memutuskan kode password pintu apartemen, Yi Ahn justru menyuruh pacarnya itu untuk membuatkan password untuknya. Jin Young menyetel password Yi Ahn dengan kombinasi angka 2565. Yi Ahn menjadi kebingungan dengan makna di balik angka itu. Jin Young kemudian meraih tangan Yi Ahn dan menuliskan kombinasi angka itu di telapak tangannya. Ternyata angka-angka tersebut membentuk nama mereka berdua.

7. Password ketujuh : 2580 - sebuah kekeliruan

Yi Ahn pergi untuk survei acara baru bersama anak baru di kantornya. Anak baru itu memiliki nama yang sama dengan pacar Yi Ahn, Kim Jin Young. Kehadiran Kim Jin Young muda ( Lee Won-geun ) cukup mengusik Yi Ahn karena keberadaannya seringkali membuat Yi Ahn teringat dengan Kim Jin Young. Sialnya, saat mengemudi Jin Young muda mengambil jalan yang salah dan mobil mereka mogok. Akhirnya mereka berdua memutuskan berhenti dan beristirahat karena sudah malam dan tidak memungkinkan untuk memesan taksi.

Pagi harinya, Kim Jin Young muda mengeluhkan baterei ponselnya yang habis, dengan entengnya Yi Ahn merespon agar menggunakan ponselnya saja. Kim Jin Young muda keliru mengambil ponsel Kim Jin Young sehingga ia menghilangkan kesempatan ketujuh Yi Ahn untuk membuka kunci ponsel Jin Young.


8. Password kedelapan : 2154 - nomor yang tidak bisa lagi kau tekan

Ponsel Yi Ahn rusak sehingga ia pergi untuk membeli kartu baru. Ia memutuskan mengganti nomor ponselnya namun membiarkan empat digit terakhir tetap sama seperti dulu. Malam harinya, ia berusaha menghubungi Jin Young tetapi Jin Young tak kunjung menjawab teleponnya. Pada akhirnya, Yi Ahn meninggalkan pesan suara dan mengatakan bahwa nomornya ganti dan ia akan menunggu Jin Young di taman selama 30 menit.


Jin Young tiba di taman dengan wajah lesu. Setelah melihat Yi Ahn, raut wajah Jin Young nampak kesal, ia pun meluapkan kekhawatirannya karena tidak bisa menghubungi Yi Ahn seharian. Yi Ahn berargumen ia telah mencoba menghubungi Jin Young namun Jin Young tidak mengangkat teleponnya. Mendengar hal itu, Jin Young mengatakan harusnya Yi Ahn ingat bahwa ia tidak pernah mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal. Yi Ahn tidak mau disalahkan karena seharusnya Jin Young tahu itu nomornya karena empat digit terakhir nomor itu tidak berubah. Jin Young semakin marah, menurutnya memperdebatkan masalah nomor tidak sebanding dengan usahanya mencari Yi Ahn seharian. Yi Ahn tidak mau kalah dan meminta Jin Young menyebutkan empat digit terakhir nomornya. Jin Young terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Yi Ahn marah karena baginya hal itu sangatlah penting untuk menunjukkan seberapa besar cinta Jin Young kepadanya.


Untuk kedelapan kalinya Yi Ahn gagal menebak password ponsel Jin Young. Ia mulai putus asa dan semakin menyadari bahwa ia benar-benar telah kehilangan Jin Young. Yi Ahn tidak bisa lagi bertemu Jin Young yang sangat ia cintai. Melihat kondisi Yi Ahn, Jin Young muda menghampirinya dan mengatakan tidak bisakah Yi Ahn berhenti mencoba membuka ponsel itu dan melupakan masa lalu. Yi Ahn kembali sedih, ia menatap Jin Young muda sambil menahan tangis, kemudian ia menyerahkan ponsel Jin Young. Jin Young muda pun kebingungan. Yi Ahn meminta Jin Young muda untuk menyimpan ponsel itu sampai ia menemukan jawaban yang ia cari.


9. Password kesembilan : 000 

Yi Ahn teringat momen ketika Jin Young mengajaknya ke Namsan Tower. Saat itu, Yi Ahn berulang kali mengeluh karena harus berjalan jauh menuju Namsan Tower padahal mereka bisa saja naik mobil ke sana. Di Namsan Tower, Jin Young mengajaknya memasang gembok pasangan. Yi Ahn tidak tertarik, ia membiarkan Jin Young memutuskan sendiri nomor kombinasi untuk gembok itu. Setelah selesai memasang gembok, Jin Young bertanya kembali kepada Yi Ahn apakah ia benar-benar tidak ingin tahu berapa nomor kombinasi gembok itu. Yi Ahn dengan santai mengatakan ia tidak perlu tahu karena ia tidak akan membuka gembok itu. 


Yi Ahn bergegas pergi ke Namsan Tower, ia berasumsi nomor kombinasi di gembok itu bisa menjadi petunjuk. Ia yang sedang bersama dengan Jin Young muda meminta tolong untuk segera diantar ke Namsan Tower. Sesampainya disana, dengan frustasi Yi Ahn mulai mencari gembok pasangannya di antara ribuan gembok lainnya.

Yi Ahn turun dari Namsan Tower dengan wajah sedih. Ternyata Jin Young muda masih menunggunya. Ia mengatakan ada yang ingin ia katakan kepada Yi Ahn. Jin Young muda menyatakan cintanya kepada Yi Ahn. Pernyataan itu menjadikan Yi Ahn semakin frustasi, ia mengatakan ia masih tidak bisa berhenti memikirkan Jin Young bahkan semakin hari, ia semakin menyadari bahwa ia bukanlah pacar yang baik untuk Jin Young. Ia berulang kali mencoba untuk berhenti tetapi semuanya terasa berat baginya. 


Tim produksi Yi Ahn baru saja menyelesaikan syuting dan Jin Young muda tiba-tiba menghampirinya dengan wajah tidak enak. Jin Young muda mengaku telah menghilangkan ponsel Jin Young yang dititipkan Yi Ahn. Yi Ahn mulai panik dan mencoba menghubungi ponsel Jin Young. Ternyata ponsel itu ditemukan oleh anak kecil dan ditinggalkan di sebuah rumah. Mereka berdua bergegas kesana. 


Di perjalanan mencari ponsel, Yi Ahn yang sedang bersama Jin Young muda membuat pengakuan bahwa Jin Young bukanlah pacarnya, mereka telah putus. Jin Young muda pun bertanya, lalu siapa Jin Young bagi Yi Ahn. Yi Ahn dengan lirih mengatakan bahwa Jin Young adalah seseorang yang ia kenal. Mendengar hal itu, Jin Young muda memeluk Yi Ahn dari belakang dan mengatakan ia tidak peduli dengan apapun jawabannya.


Mereka berdua sampai di rumah dan menemukan ponsel Jin Young. Yi Ahn menatap ponsel itu dengan lesu. Yi Ahn mulai ragu apakah harus benar-benar membuka kunci ponsel Jin Young. Ia merasa bimbang dengan keputusannya. Pada akhirnya, ia menyuruh Kim Jin Young muda untuk memasukkan password kesembilan.


10. Password kesepuluh : (?)


Yi Ahn memasukkan kombinasi nomor dengan ragu, ini adalah kesempatan terakhir baginya sekaligus menentukan apakah ia akan tetap tinggal di masa lalu atau masa depan. Setelah ia menekan angka terakhir, ponsel pun terjatuh. Semua momen berharga antara dirinya dan Jin Young terlintas di kepalanya. Yi Ahn pun tak bisa menahan tangisnya.

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...