Wednesday, January 1, 2014

Aku-Ku (Bermimpi)


(Aku) ingin terbang bebas bersama mimpi(ku), (aku) ingin melihat betapa banyak orang yang memiliki mimpi besar dengan semangat yang menggebu-gebu. Dengan begitu, (aku) merasa tak tinggi lagi (aku) akan terus merasa bersemangat untuk mengejar mimpi(ku) karena bukan (aku) saja yang hidup  di dunia mimpi. Tapi kadangkala (aku) takut bermimpi terlalu jauh, (aku) merasa tak pantas, (aku) merasa takut sehingga seringkali (aku) menundukkan kepala(ku), (aku) takut dan tak percaya diri. (Aku) ingin terus bermimpi, tapi setiap kali (aku) melakukannya semuanya terasa menyakitkan. Terlalu banyak bongkahan batu yang menyesakkan hati(ku), terlalu banyak pemikiran-pemikiran konyol bergelut di otak(ku). Dunia apakah sesulit ini? Bolehkah (aku) iri pada mereka yang tersenyum bahagia sedangkan (aku) selalu tak puas dengan ini semua. Bolehkah (aku) marah pada dunia, mengapa semuanya tampak begitu sulit bagi(ku)?(Aku) berusaha tampak dingin dan puas, tapi (aku) selalu saja iri bahkan dengki, (aku) terlalu tinggi hati untuk mengatakan (aku) puas saat ini. (Aku) terlalu angkuh untuk mengatakan inilah posisi yang pantas untuk(ku). Tapi, (aku) memang ingin terus bermimpi. Dunia(ku) sekarang terasa terlalu sempit bagi(ku). Entahlah apakah ini kearoganan(ku), atau memang ada dunia yang lebih besar untuk(ku)?(Aku) berusaha untuk percaya bahwa ini tempat terbaik untuk(ku) tapi tetap saja, jiwa(ku) memberontak. (Aku) selalu bertanya-tanya pada Tuhan tapi (aku) tak kunjung mendapat jawaban, apakah Tuhan lupa membalas surat(ku)?(Aku) berusaha memahami dan menerima tetapi mengapa setiap kali aku melakukannya, semuanya tampak semakin menyedihkan bagi(ku), entahlah!!! Kata-kata mutiara dan penyemangat hanya tampak seperti petir bagi(ku), menyentakku kemudian hilang tanpa bekas. Mungkin (aku) malu? Ya, (aku) malu. (Aku) malu pada dunia dan dengan diri(ku) sendiri. (Aku) terlalu mengebu-gebu, terlalu bersemangat sehingga menjadi tak layak. (Aku) tak tampak anggun dalam bermimpi layaknya besi yang keras, (aku) patah dan kemudian berkarat. Apakah (aku) terlalu kaku? Mengapa semuanya tampak selalu menyakitkan? Inikah apa yang dikatakan roda itu berputar? Tapi, (aku) tak kunjung menerima semuanya. Apakah ini dinamakan karma? (Aku) hampir mengembun dan kehilangan arah. Apakah (aku) tak cukup dewasa untuk merasakan luasnya dunia? (Aku) seringkali takut, bahkan hampir kehilangan akal sehat. (Aku) selalu takut tapi (aku) ingin terus bermimpi. (Aku) tahu (aku) tak mampu tapi (aku) ingin terus menjadi pemberani walaupun (aku) menjadi penakut lagi, pemberani,penakut, pemberani. Apakah sang pemimpi takkan pernah merasakan takut? Tuhan jawablah tanya(ku) ini.......

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...