Terhitung dari bulan Maret hingga tulisan ini dirilis, sudah 5 bulan Indonesia berjuang melawan Covid-19. Virus yang telah menjelma menjadi pandemi ini membuat dunia terguncang. Setiap harinya masyarakat dihadapkan dengan ketidakpastian. Bayang-bayang kematian dan kesulitan ekonomi adalah sebuah kolaborasi sempurna yang mengancam setiap lapisan masyarakat. Cara penanganan yang berubah-ubah menjadikan masyarakat semakin bingung. Buruknya, hal tersebut berujung pada penolakan masyarakat untuk percaya dan mematuhi anjuran pemerintah. Desas desus yang tidak benar, ditambah hoax yang bertebaran menjadi makanan yang begitu mudahnya di telan masyarakat. Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut terjadi karena masyarakat tidak tahu harus mencari kebenaran mengenai pandemi ini dimana. Slogan #dirumahaja membuat waktu menjelajah internet semakin meningkat, berbagai macam teori konspirasi pun dengan mudahnya menyebar luas. Teori konspirasi hadir sebagai cerita menarik yang membuat setiap orang merasa paling pandai untuk menerka-nerka.
Di antara teori konspirasi tersebut, sosok Bill Gates berulang kali disangkut pautkan dengan pandemi ini. Video penampilannya di TED 5 tahun lalu yang berjudul The next outbreaks? We're not ready, membuat masyarakat menganggap Bill Gates adalah dalang dibalik wabah ini. Pengetahuan Bill Gates mengenai potensi pandemi virus yang akan terjadi membuat masyarakat curiga. Hal tersebutlah yang membuat saya penasaran untuk mengulik video TED milik Bill Gates tersebut. Hingga tulisan ini dibuat, tercatat sudah 30 juta orang yang menonton video tersebut.
Dalam videonya, Bill Gates tampil cukup 'manis' dengan menggunakan sweter berwarna pink. Ia masuk ke panggung sambil mendorong troli yang memuat civil defence survival supply barrels. Penampilannya dibuka dengan cerita masa kecilnya yang selalu membayangkan kondisi terburuk akibat pengeboman nuklir. Ancaman nuklir membuatnya terus waspada untuk menyimpan bahan makanan dan air di ruang bawah tanah. Namun setelahnya, ia mengatakan ancaman terbesar dunia di masa depan bukan lagi dalam bentuk nuklir melainkan virus. Gates mengklaim bahwa sesuatu yang paling memungkinkan bisa membunuh 10 juta orang dalam beberapa dekade ke depan bukanlah perang melainkan sebuah virus berbahaya.
"We are not ready for the next epidemic".
Argumen bernada pesimis yang dibuat Gates tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa kita berinvestasi sangat sedikit dalam sistem pengendali epidemi. Gates mengambil contoh penanganan kasus virus Ebola dimana permasalahannya adalah kita tidak punya sama sekali sistem untuk menghadapinya. Gates menganggap jika kita tidak mempersiapkan diri maka dapat mengakibatkan epidemi berikutnya lebih mengerikan daripada Ebola.
Dalam 428 hari, sekitar 10 ribu orang meninggal akibat Ebola dan mayoritasnya berada di negara-negara Afrika Barat. Kita cukup beruntung karena Ebola tidak menyebar luas. Gates mengatakan ada tiga hal yang bisa membuat hal itu terjadi. Pertama, karena banyak pekerja kesehatan heroik. Kedua, Ebola tidak menyebar melalui udara dan ketiga, Ebola tidak banyak mencapai wilayah kota. Gates menganggap itu hanyalah sebuah keberuntungan semata. Ia memprediksi di masa depan kita akan akan menemukan virus yang bisa menjangkit orang sehat, lalu mereka naik pesawat atau mereka pergi ke pasar sehingga virus tersebut akan menyebar dengan cepat. Gates juga memprediksi virus tersebut bisa dari alam seperti Ebola atau terorisme biologi.
Gates membandingkan data Ebola dengan model virus yang bisa menyebar melalui udara yaitu Flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918. Virus tersebut menyebar sangat cepat dan dalam kurun waktu 263 hari menyebabkan lebih dari 33 juta orang meninggal. Menurut Gates, untuk menanggulangi penyebaran virus yang cepat, sebenarnya kita bisa membuat sistem respon yang baik. Kita punya modal berupa sains dan teknologi. Namun hal paling penting adalah kita harus melakukan persiapan. Gates berpendapat ada lima hal penting yang harus dipersiapkan untuk menghadapi sebuah epidemi.
1. Kita membutuhkan sistem kesehatan yang kuat di negara-negara miskin.
2. Kita membutuhkan korps pasukan medis, banyak tenaga yang mendapatkan pelatihan dan siap di lapangan dengan keahliannya.
3. Kita perlu memasangkan orang-orang medis itu dengan militer agar pengiriman logistik bisa cepat dilakukan serta keamanan wilayah tetap terjaga.
4. Kita perlu melakukan banyak simulasi-germ games.
5. Kita membutuhkan banyak riset dan pengembangan di bidang vaksin dan diagnosis.
Gates meyakini biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan kelima hal tersebut lebih rendah dibandingkan dengan potensi ancamannya. Bank dunia mengestimasi jika kita mengalami epidemi flu di seluruh dunia, kekayaan dunia akan turun lebih dari tiga triliun dollar dan kita akan mendapatkan berjuta-juta kematian.
Gates berpendapat kelima poin tersebut tidak hanya akan mewujudkan kesiapan untuk menghadapi epidemi melainkan juga ikut berdampak pada sistem kesehatan yang lebih baik dan pengembangan riset, dimana keduanya akan mengurangi ketimpangan kesehatan global serta membuat dunia menjadi lebih aman. Alasan tersebut menjadi argumen penutup yang dikemukaan Gates agar kita ikut berpikir bahwa sudah seharusnya persiapan menghadapi epidemi harus menjadi prioritas.
Setelah menonton video TED Bill Gates, saya rasa tidak mengherankan timbul kecurigaan kepadanya. Prediksi-prediksi yang dibuat Gates 5 tahun lalu menjadi gambaran nyata keadaan saat ini. Semuanya sangat akurat. Namun, di sisi lain kita bisa berpikir positif mengenai kemungkinan riset besar yang telah dilakukan Bill Gates sebelum video tersebut dibuat. Lalu bagaimana menurut Anda? Apakah benar Bill Gates adalah dalang di balik pandemi ini?
Catatan :
Epidemi adalah wabah yang menyebar di area geografis yang luas. (sumber)
Pandemi adalah penyakit yang menyebar secara global meliputi area geografis yang luas. (sumber)
Wabah Ebola yang terjadi di Afrika Barat pada bulan Maret 2014 hingga Januari 2016 adalah wabah terbesar sejak virus ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976. (sumber)




No comments:
Post a Comment