Monday, March 1, 2021

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tulisan ini bisa menjadi sapaan hangat untuk ikut merayakan. Awalnya saya berencana untuk menuliskan catatan pergantian tahun seperti tahun sebelumnya namun hirup pikuk suara kembang api di malam tahun baru tidak berhasil menstimulus otak saya saat itu. Pergantian tahun ini terasa tidak cukup spesial, saya hanya menghabiskan waktu sendiri di kosan dan tidur lebih awal, tidak ada perbedaan dengan hari-hari biasanya.

"Tahun baru, resolusi baru", begitulah jargon wajib yang selalu di elu elukan. Salah satu nasihat ibu yang dahulunya saya anggap hanya petuah, kini baru bisa saya maknai ketika mendewasa, “Kita harus punya target setiap harinya”. Kalimat tersebut menjelma menjadi pengingat agar saya selalu menggunakan waktu sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. 

Bukanlah resolusi namun harapan yang tidak berubah dari tahun sebelumnya yaitu ingin tetap mempertahankan blog ini sebagai ruang untuk bercerita. Saya sadar bahwa jika ingin harapan tersebut terkabul maka konsistensi adalah kunci utama. Jika tahun lalu saya menceritakan keresahan tentang ketidakkonsistenan untuk menulis, sejujurnya keresahan itu masih sama. 

Tiba-tiba teringat percakapan di telepon dengan kakak laki-laki saya. Malam itu, dia menagih kembali tulisan saya yang tidak kunjung muncul di blog ini. Ketika bertelepon, dia tidak pernah alpa menanyakan “Bagaimana? masih sering nulis ngga?”. Saya akui, dia punya andil cukup besar untuk menggelitik agar pikiran dan jemari ini merangkai makna dalam kata-kata. Dalam percakapan itu saya menceritakan perasaan yang menganggap tulisan saya kini stagnan, tidak ada kemajuan sama sekali. 

Lalu ia berujar, “Kamu pernah main game kan?”

Dahi saya mengernyit, berusaha menerka kalimat selanjutnya dari pertanyaan retorik tersebut. 

“Coba perhatikan ketika kamu bertanding agar bisa naik level, misalnya dari level 1 ke 10, kamu pasti bisa dengan cepat mencapai kenaikan level tersebut, tetapi ketika kamu sudah mencapai level tinggi, katakanlah saat ini kamu berada di level 100 dan ingin naik ke level 101, perjuangannya pasti semakin sulit.”

Ada makna mendalam yang bisa saya ambil dari analogi tersebut.

“Beberapa orang harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk naik level. Mungkin kita merasa seperti jalan di tempat, namun tanpa kita sadari, bekal kita terus bertambah sepanjang kita masih tetap konsisten berusaha.”

Jika saya melihat kembali ke belakang, sebagian besar inspirasi dalam tulisan di blog ini didapatkan dari percakapan-percakapan singkat saya dengan orang lain. Sepenggal kalimat yang kita dengar bisa mengubah pandangan kita tentang dunia dan dengan menceritakannya dalam tulisan bisa menjadikan momen berharga tersebut terpatri. Semoga di tahun ini, percakapan-percakapan berharga tersebut dapat semakin sering saya bagikan di blog ini.

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...