Thursday, July 9, 2020

Resensi Buku Bicara Itu Ada Seninya


Judul Buku    : Bicara itu Ada Seninya
Penulis           : Oh Su Hyang
Penerbit          : Bhuana Ilmu Populer, Jakarta, Cetakan Kesembilan: Mei 2019
Tebal              : 238 halaman
Harga             : Rp67.000,00

Kemampuan komunikasi selalu berperan penting untuk menunjukkan karakter seseorang. Hal tersebut menjadi alasan saya mempertimbangkan buku ini untuk dibeli. Membahas tentang cara berkomunikasi yang baik tidak akan ada habisnya. Ada begitu banyak buku yang berusaha menawarkan solusi bagi pembaca yang ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Di antara sekumpulan buku lainnya, buku ini mencoba mengungkap rahasia komunikasi yang efektif.

Buku setebal 238 halaman ini terdiri dari 5 bab. Setiap bab secara berurutan membahas tentang cara membangun kemampuan berbicara mulai dari bagaimana kita bisa meninggalkan kesan di hati para pendengar, pentingnya kemampuan mendengarkan, kekuatan ucapan untuk memikat hati pendengar, menciptakan ucapan yang berkualitas hingga cara mengolah suara agar enak didengar. Isi buku ini akan cocok bagi pembaca dari kalangan profesional ataupun mahasiswa semester akhir yang sedang bersiap memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, jangan heran jika setelah membaca buku ini, Anda akan merasa beberapa bab terkesan lebih memfokuskan topik dalam hal pemasaran seperti bagaimana cara agar presentasi Anda diterima klien atau bagaimana cara memasarkan produk yang baik, cara bernegosiasi, dll.

Salah satu poin utama yang ingin disampaikan melalui buku ini adalah sebuah ucapan yang disebut baik adalah ucapan yang bisa menggetarkan jwa. Dalam buku ini, kita diajarkan bahwa spotlight sebenarnya dalam berkomunikasi bukanlah diri Anda tetapi siapa yang mendengarkan Anda. Itulah mengapa konsep pintar mendengar, pandai berbicara muncul dalam buku ini. Buku ini juga mengajarkan pentingnya membangun logika berbicara dan teknik storytelling. Tentunya sebagai pendengar, Anda tidak akan betah mendengar perbincangan yang Anda rasa tidak sesuai dengan logika Anda. Selain itu, kita tidak bisa menampik kenyataan bahwa setiap orang senang mendengarkan 'cerita', oleh karena itu teknik storytelling dianggap paling ampuh untuk menarik simpati orang.

Tampilan cover buku ini memberikan kesan yang mirip dengan buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Tentu keduanya menggunakan komposisi warna yang berbeda namun keduanya berusaha tampil sederhana dengan hanya memfokuskan tampilan cover dengan judul buku yang dicetak cukup besar . Berbeda dengan cover buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat yang menggunakan warna orange yang tampak eye catching, buku ini tampil dengan cukup maskulin dengan warna biru tua jeans dan sentuhan aksen orange di beberapa bagian.

Ada begitu banyak ulasan positif berbahasa Indonesia yang diberikan kepada buku ini tetapi secara pribadi saya merasa jika Anda tidak terlalu awam dengan budaya Korea/ tokoh-tokoh terkenal Korea, buku ini cukup sulit untuk bisa relate dengan kehidupan Anda sehari-hari. Kita tidak bisa menampik bahwa buku ini adalah buku terjemahan dari bahasa Korea jadi seharusnya tidak mengejutkan jika isi buku ini kebanyakan menggunakan sosok-sosok orang Korea terkenal sebagai contoh tetapi karena ini pertama kalinya saya membaca buku terjemahan Korea, hal tersebut cukup mengusik bagi saya.

Keunggulan buku ini adalah memuat begitu banyak kutipan tips yang disajikan secara terstruktur hampir di setiap bab. Tips-tips tersebut diberikan dalam bentuk poin-poin sederhana sehingga bisa menjadi pedoman bagi pembaca yang benar-benar ingin meningkatkan kemampuan berbicaranya. Akumulasi tips tersebut telah membuktikan banyaknya referensi yang telah dikumpulkan penulis untuk mewujudkan buku ini. Tetapi sayangnya, serangkaian kutipan tips tersebut terlalu mendominasi isi buku ini

Sebenarnya, selain berisi kutipan tips-tips, penulis juga menyelipkan pengalaman pribadinya yang bisa menguatkan isi buku. Kisahnya yang semula adalah seorang anak yang tidak pandai bicara di depan umum berhasil menjadi daya tarik bagi pembaca yang merasa bernasib sama dan ingin meningkatkan kemampuan bicaranya. Pengalaman penulis sebagai seorang pengajar, penasihat, konsultan dan pembicara menjadikannya bisa mengetahui mayoritas keresahan yang sering dirasakan orang mengenai kemampuan berbicara. Hal tersebut, membuat isi buku ini tepat sasaran untuk orang yang merasa kemampuan berbicara itu penting.

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...