Monday, September 30, 2013

Neraka Para Maba


Setelah cukup lama dikejar deadline tugas, akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk memposting diblog ini lagi. Maklum, sebagai seorang mahasiswi baru saya cukup kesulitan membagi waktu saya. Sekarang saya resmi terdaftar sebagai mahasiswi jurusan teknik sipil, Universitas Sriwijaya. Sebagai seorang mahasiswi baru saya mendapatkan banyak pengalaman, yang menurut saya patut saya bagi dengan pembaca sekalian. Salah satu hal yang benar-benar mengesankan saya adalah tugas pratikum fisika atau sering disebut fislab. Mungkin kedengarannya biasa saja, tapi dibalik itu semua, fislab bukanlah hal sembarangan. Fislab merupakan salah satu hal yang wajib diikuti mahasiwa/i semester pertama dan sangat penting karena bila kita tidak mendapatkan sertifikat fislab kita tidak memenuhi syarat untuk mengikuti wisuda. Bisa dibayangkan betapa pentingnya fislab ini. Oleh karena itu, fislab setiap tahunnya dianggap sebagai ‘neraka’ bagi maba. Semua orang yang sudah melewati masa-masa neraka ini tentunya punya cerita tersendiri tentang fislab.  Fislab dikenal sebagai pratikum yang ribet dan banyak aturan. Pratikum filab dilaksanakan setiap dua minggu sekali. 


Setiap kali kita akan melaksanakan pratikum kita diharuskan membayar tiket masuk. Tiket masuk disini bukan berupa uang, melainkan laporan fislab yang terdiri dari landasan teori, prosedur kerja dan tambahan lampiran. Barulah setelah kita membayar tiket tersebut kita bisa mengikuti pratikum. Data hasil percobaan, analisa data, kesimpulan dan sebagainya kita buat setelah pratikum dilaksanakan. Laporan fislab harus ditulis tangan dengan pena biru. Setiap laporan diwajibkan berisi minimal 14 lembar landasan teori, belum termasuk prosedur kerja dan lampiran. Pernah ada kejadian, seorang senior saya menulis landasan teori berisi tentang curhatannya sendiri dibeberapa lembar terakhir, mungkin ia sudah kehabisan bahan tulisan, tentu saja konsekuensinya laporannya ditolak dan tidak bisa mengikuti pratikum. Sebenarnya, hal tersebut cukup membuat saya tertawa geli. Margin kertas tidak boleh bergeser satu milimeter pun. Menurut cerita senior saya, ia pernah mengulang membuat laporan karena margin kertasnya bergeser satu milimeter dan yang lebih sadisnya lagi kertas laporannya yang salah dirobek didepan matannya sendiri. Saya yang sudah merasakan susahnya membuat laporan fislab bisa membayangkan perasaan senior saya saat itu. Selain itu, hal yang menurut saya cukup menyiksa adalah kita harus menulis layaknya komputer yaitu dengan aturan rata kanan kiri. Sungguh sial bagi orang-orang yang tidak terlalu ‘suka’ menulis. Ada beberapa aturan mendasar yang tidak boleh dilanggar mahasiswa/i saat melaksanakan pratikum yaitu tidak boleh memakai perhiasan, harus memakai sepatu kets, bagi yang memiliki rambut panjang harus dikuncir, harus memakai kemeja atau baju berkerah dan yang paling penting harus ada diruang pratikum 10 menit sebelum pratikum dimulai. Jika terlambat, tentunya tidak boleh masuk ruang pratikum dan tidak diperbolehkan mengikuti pratikum dikelas lain, intinya jika terlambat maka kita benar-benar tidak punya kesempatan lagi untuk mengikuti pratikum. Sebenarnya saya cukup terkesan dengan perkataan salah seorang asisten laboratorium, ia mengatakan bahwa filab bukanlah sengaja mempersulit mahasiwa/i, melainkan agar kami terbiasa bekerja tepat waktu, cekatan, teliti dan mampu mengambil kesimpulan yang tepat. Dalam pratikum ini, kita diharuskan mencambuk diri kita yang malas menjadi ’terpaksa’ rajin dan tanpa kita sadari semua kesusahan yang kita takuti di awal menjadi hal biasa di akhir. 



 

Saturday, September 7, 2013

Setitik Asa

Sang waktu akan terus bersenandung
Bergesek dalam setiap langkahku bercerita
Asa yang sempat tertinggal, bagai debu yang beterbangan
Inginku berteriak lantang...
Menstimulus setiap kepala-kepala yang ada
Aku pemuda berselempang asa
Yang tak gentar membawa gada
Lalu apa yang harus kupertanyakan
Semua hanya retorika semata.
Terserah ! dunia boleh tertawa.
Tapi, aku akan tetap membara.

Cowok yang Suka Kucing itu Keren

Meong...meongg...
Hahahaha, biasanya saya selalu menulis tentang hal yang bisa dikategorikan 'serius' dalam blog ini. Tapi, kali ini saya ingin sedikit keluar dari zona serius saya.
Okay, postingan kali ini tentu saja berhubungan dengan kalimat pertama yang saya tuliskan. Ya, benar sekali!! Kali ini saya akan memposting tentang hewan manja bin imut yang sering kita sebut kucing.
Alasan utama saya membahas tentang kucing kali ini karena saya adalah penggemar berat kucing. Oleh karena itu itu saya bergabung di beberapa grup penggemar kucing di facebook. Saya rela nangkring (hahaha maaf bahasanya ngga baku ) di timeline facebook, nungguin si admin grup ngepost gambar-gambar kucing yang imut. Hahahaha, bener-benar ngga ada kerjaan yaa -,-
Karena ngga sabar nunggu akhirnya saya iseng buka foto-foto kucing di grup dan hasilnya saya nemuin satu album foto yang menarik perhatian saya. 


"Cowo yang Suka Kucing itu Keren", judul album ini membuat saya ingin mengatakan, "Yeahh, that's right!!". Hahahaha, mungkin saya terlalu bersikap subjektif tapi bagi saya yang pecinta kucing tentu saja ingin punya pasangan yang suka kucing juga hahahaha...

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...