Tuesday, November 5, 2019

Mengetahui Tujuan Hidup dalam Waktu 5 menit


Pada tahun 2013, Adam Leipzig berbicara di depan publik melalui acara Tedx. Ia berbagi pengalamannya selama menghadiri acara reuni kampusnya. Alumni Universitas Yale ini menemukan fakta bahwa 80% dari temannya yang hadir merasa tidak bahagia dalam hidupnya. 

" Rasanya aku menyia-nyiakan hidupku dan sudah melewati separuhnya".

" Aku tidak tahu hidupku untuk apa ".

Kenyataan tersebut membuat Adam Leipzig merasa sanksi, orang-orang yang berbicara kepadanya adalah orang terhormat, sangat terpelajar dan sangat mapan, punya jabatan namun mengapa mereka merasa tidak bahagia dalam hidupnya? Ketika Adam berbicara dengan 20% yang merasa bahagia, ia menemukan bahwa mereka semua mengetahui tujuan hidupnya karena mereka mengetahui lima hal.

1. Who you are? Siapa kamu?
2. What you do? Apa yang kamu lakukan?
3. Who you do it for? Untuk siapa kamu melakukannya? 
4. What those people want and need? Apa yang mereka inginkan dan butuhkan?
5. How they change as a result? Bagaimana mereka berubah sebagai hasilnya?

Adam mengklaim bahwa kelima hal tersebut adalah sesuatu yang sederhana, bahkan kita bisa mengetahui tujuan hidup kita hanya dalam waktu 5 menit dengan menjawab pertanyaan tersebut.

Mempelajari tujuan hidup adalah sebuah topik yang banyak diangkat dalam buku, majalah, latihan kerja dan seminar. Hal ini menunjukkan ada begitu banyak orang yang merasa khawatir dan bertanya-tanya tentang tujuan hidupnya. Namun sayangnya, ketika kita hanya berfokus mempelajari tujuan hidup dan menguji apakah kita telah menemukannya terkadang kita justru tidak sempat untuk merasa hidup.

" The most successful people in any field always focus most on the people they serve than on how they are served themselves".

Mengapa kelima formula tersebut sangat ampuh? Menurut Adam, alasannya karena dari kelima formula tersebut hanya dua hal yang menyinggung tentang diri kita sementara tiga pertanyaan lainnya berfokus tentang orang lain. Adam menemukan bahwa 20% dari temannya yang merasa bahagia adalah orang-orang yang memfokuskan pikirannya untuk orang lain bukan untuk dirinya sendiri. Mereka tahu dengan jelas untuk siapa dia melakukan sesuatu, apa yang dibutuhkan orang dan bagaimana dampak perbuatannya untuk orang lain. Pada kenyataanya, orang-orang yang sukses di berbagai bidang selalu fokus pada orang yang dia layani bukan sebaliknya. 

Orang yang tidak bahagia merasa sangat sulit ketika seseorang bertanya " What are you doing?", karena mereka berada di situasi dimana apa yang dia lakukan bukanlah apa yang ingin dia lakukan. Namun, seseorang yang merasa bahagia akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan jawaban pertanyaan kelima. Mereka akan dengan bangga memberikan jawaban seperti, " Saya memberi mimpi indah bagi anak-anak ", ketika tujuan hidupnya adalah menulis buku anak-anak. Jawaban tersebut dapat menjadi rangkuman diri kita dan pada akhirnya kita bisa menceritakan tujuan hidup kita kepada orang lain.

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...