Pada
malam harinya, di rumah Nam, ketiga teman Nam sedang asyik membahas buku
tentang metode mendapatkan pacar kakak kelas, disisi lain Nam berpura-pura
belajar padahal ia mencuri dengar apa yang dikatakan temannya. Saat teman-temannya
bertanya apakah Nam tidak ikut mempraktekan metode di buku itu, Nam berbohong
ia mengatakan bahwa buku itu tidak masuk akal, padahal ketika temannya pulang
Nam langsung mempraktekan metode pertama di buku itu, menuliskan nama orang
yang kita sayangi dengan menghubungkan bintang.
Dikantin sekolah, salah satu teman
Nam mengatakan ada yang berubah pada penampilan Nam, Nam pun menunjukkan
giginya yang telah dipasang kawat. Ketiga teman Nam melanjutkan mempraktekan
metode kedua dari buku yang mereka pinjam. Metode kedua adalah jika kita mampu
menghipnotis lelaki yang kita sukai hingga mereka tanpa sadar melakukan apa
yang kita katakan dalam hati, berarti mereka adalah belahan jiwa kita. Nam pun
melakukan hal itu kepada Shone, ia berkata dalam hati agar Shone berpaling dan
ternyata Shone melakukan itu. Melihat apa yang dilakukan Nam, temannya pun
bertanya kembali bukankah Nam menganggap buku yang mereka pinjam tidak masuk
akal?Nam pun tidak bisa mengelak ia pun akhirnya mengakui bahwa ia juga ingin mencoba
metode dalam buku tersebut namun ia takut diejek.
Setelah pulang sekolah, Nam dan
ketiga temannya melakukan metode ketiga, memberikan benda yang disukai lelaki
yang kita sukai tanpa ketahuan. Ketika mereka akan meletakkan cokelat di motor
Shone, ternyata motornya sudah penuh dengan hadiah dari gadis-gadis lain,
ketiga teman Nam akhirnya mengambil semua hadiah itu dan hanya meletakkan
cokelat Nam dimotor Shone. Ketika mereka beraksi ternyata mereka ketahuan oleh
Shone, mereka pun akhirnya kabur. Beberapa saat kemudian, mereka mengintip
bagaimana reaksi Shone mendapatkan hadiah dari Nam, namun ketika Shone
mengangkat kotak cokelat yang diberikan Nam ternyata coklatnya mencair. Nam pun
tampak kecewa.
Nam pun akhirnya berpikir lagi apa
yang sebaiknya ia berikan pada Shone, ia pun teringat akan kejadian ketika
Shone memberikan mangga padanya, ia pun mendapat ide untuk memberikan mangga
pada Shone. Namun, teman-temannya mengatakan itu tidak romantis. Pada saat
mereka membicarakan hal tersebut, nampak seorang gadis memberikan Shone kue
mangga. Melihat hal tersebut Nam semakin kecewa, teman-temannya pun menyarankan
agar Nam menyerah.
Sepulang sekolah, tiba-tiba salah
satu teman Nam mendapat ide agar Nam bisa diantar oleh kak Shone, mereka akan
berpura-pura kehilangan kunci motor. Namun mereka kali ini kalah lagi oleh aksi
gadis “kue mangga’, ia lebih dahulu beraksi dengan berpura-pura terkilir di
depan Shone, Shone yang baik hati pun berusaha menolong gadis itu dan
mengantarkannya pulang. Nam pun kecewa (lagi!!) apalagi setelah gadis itu
menunjukkan senyuman kemenangan kepada Nam dan teman-temannya.
Dirumah Nam, ketiga teman Nam
berkunjung kerumahnya, mereka berniat melakukan metode ketujuh dari buku itu
yaitu menjadi cantik agar bis amendapatkan hati laki-laki yang disukai. Ketiga
teman Nam pun melakukan perawatan untuk Nam agar Nam tampak lebih menarik
dimata Shone. Setelah melakukan perawatan Nam dan ketiga temannya mendatangi
toko milik ayah Shone namun Shone ternyata sedang pergi. Tak lama kemudian Shone
datang dan menyapa Nam, ia merasa aneh dengan warna kulit Nam yang menjadi
kuning ia pun bertanya pada apakah Nam sakit, sambil meletakkan telapak
tangannya dikening Nam. Tentu saja Nam gugup dengan apa yang dilakukan Shone
kepadanya.
No comments:
Post a Comment