Friday, August 17, 2012

First Love A Little Thing Crazy Called Love (1)

Selain drama korea, ternyata film dari Thailand semakin banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. A little crazy called love merupakan film Thailand pertama yang saya tonton. Jujur saja, saat pertama kali saya menonton film ini, saya merasakan ketertarikan dengan sosok Shone (marrio maurer ^.^) yang sering diperbincangkan oleh kalangan seumuran saya. Tapi, setelah saya menonton film ini hingga selesai, saya rasa saya tidak cukup adil jika mengatakan bahwa hanya Mario Maurer yang menjadi daya tarik film ini, cerita yang disajikan benar-benar patut diacungkan jempol. Baiklah, kali ini agar pembaca dapat merasakan betapa bagusnya ide cerita film ini + merasakan pesona Mario Maurer ^.^, saya akan mencoba menceritakan kembali film A little crazy called love, selamat membaca...

Film ini dimulai dengan adegan saat Shone(Mario Maurer) sedang melakukan pameran fotografi, saat itu terlihat beberapa orang gadis muda sedang mewawancarainya (sekaligus mengambil perhatian Shone). Tiba-tiba Shone permisi untuk meninggalkan mereka karena mendengar anaknya menagis. Gadis-gadis muda itu pun terlihat kecewa mengetahui bahwa Shone telah memiliki anak.

Siapapun kita, pasti punya seseorang yang kita sukai diam-diam. Saat kita ingat orang itu, kita merasa seperti..hmm..sesak di dada. Tapi kita terus menyukainya. Walaupun aku tidak tahu dimana dia sekarang, apa kabarnya?Tapi dialah yang membuatku seperti ini. Hal kecil yang disebut cinta”. (saya betul-betul setuju dengan kalimat pembuka film ini!!)

(flashback)
Kisah antara Shone dan Nam pun dimulai......
Nam (Pimchanok Luevisadpaibul) yang sedang asyik bercanda dengan ketiga temannya Cheer, Gei, Nim dipinggir jalan, tiba-tiba matanya menangkap sesosok pemuda dengan motor berwarna hitam, yang tak lain adalah Shone (Mario Maurer). Ia terus menatap pemuda itu, ketiga temannya pun mengajak Nam bergegas ke toko kue langganan mereka. Seakan takut kehilangan kesempatan untuk melihat Shone lebih lama lagi, Nam pun segera masuk ke toko kue dan segera mengambil posisi untuk melihat Shone dari jendela toko. Shone yang sedang menunggu lampu merah tak menyadari bahwa ia sedang diperhatikan oleh seorang gadis yang kelak akan ia cintai.  Ketiga temannya yang melihat keanehan tingkah laku Nam pun mendekatinya dan menggodanya. Nam pun mengelak dan mengatakan bahwa ia memperhatikan Shone karena motornya aneh.
Setting berikutnya yaitu di rumah Nam sekaligus rumah makan, dikarenakan ayahnya sedang di Amerika, ibu Nam membuka rumah makan. Tampak Nam sedang membantu melayani pengunjung. Kemudian setting berubah menjadi di dapur, tampak Nam dan adiknya sedang saling adu mulut, adiknya tampak mempermasalahkan wajah Nam yang tidak cantik sehingga ia menganggap bahwa Nam akan susah mendapatkan kekasih.(Memang pada awal kisah ini, Nam digambarkan sebagai gadis yang tidak cantik, ia sedikit hitam dan tampak lusuh, tapi kita akan melihat perubahan penampilan Nam demi menunjukkan cintanya pada Shone).
Nam berjalan-jalan sambil memakan es krimnya, tiba-tiba seorang pemuda jatuh dihadapannya dengan memegang mangga dan kucing dikedua tangannya. Nam benar-benar terkejut setelah melihat ternyata pemuda itu adalah Shone. Sambil menahan rasa sakit dikakinya, Shone justru menawarkan mangga kepada Nam(geje bgt ya!!). Nam hanya berdiri mematung melihat keanehan Shone, kemudian ia tampak senang menyadari ia mendapatkan mangga dari Shone namun kesenangan itu hanya sementara setelah ia melihat Shone juga memberikan mangga kepada gadis lain ditengah jalan.
Di sekolah, Nam dan ketiga temannya melanjutkan pembicaraan mengenai Shone, ternyata Shone adalah kakak kelasnya yang baru. Ketiga temannya, justru menyarankan Nam agar tidak mendekati Shone karena ia telah menyebabkan dua gadis keluar dari sekolah. Nam tidak mempermasalahkannya, dia kembali beraksi agar dapat melihat Shone. Pada saat jam pelajaran, ia berjalan dikoridor anak kelas 10. Disini terlihat ternyata Shone adalah pemuda yang jahil, di sela-sela jam pelajaran dia justru menjahili temannya dengan mengikat ujung pakaian temannya itu ke kursi-kursi teman lainnya, dan bisa dapat dipastikan ketika temannya itu berdiri, terjadi kegaduhan dikelas.
Ketika Nam kembali melewati koridor kelas 10 dia melihat Shone yang sedang di hukum karena kejahilannya. Shone yang sedang dihukum justru menari-nari sambil mendengarkan lagu dari earphonenya, Nam memergokinya dan Shone meletakkan telunjuk dibibirnya agar Nam diam. Nam pun berlalu sambil menahan tawa melihat kelakuan Shone. Nam selalu memperhatikan Shone dari kejauhan, ketika ia melihat Shone sedang bermain bola ia mendapati Shone dipanggil oleh seorang gadis cantik. Kejadian itu sontak membuat gadis-gadis yang lain termasuk Nam sibuk menerka-nerka siapa gadis itu.
Ketika Nam berada dirumah ternyata pamannya baru saja pulang dari Amerika. Dia menceritakan bahwa ayah Nam sekarang bekerja sebagai asisten koki di Amerika, dan mengatakan jika diantara kedua anaknya bisa mendapatkan peringkat pertama disekolah, ia akan mengirimkan tiket ke Amerika dan itu berarti mereka dapat bertemu dengan ayah mereka lagi. Setelah mendengar hal itu, Nam dengan penuh percaya diri mengatakan bahwa dia akan mendapatkan peringkat pertama di sekolah. Mendengar hal itu adik Nam langsung meragukan Nam karena pada kenyataanya Nam berada di peringkat 30.
Di sekolah, saat Nam dan ketiga temannya mengantri untuk membeli minuman, tiba-tiba segerombolan kakak kelas memotong antrian mereka dengan kasar. Nam pun marah dan berteriak dengan suara lantang. Kakak-kakak kelas tersebut tentu saja tidak mau kalah. Diantara kegaduhan itu, Shone ternyata memperhatikan mereka dan segera memesan pesanan Nam dan ketiga temannya. Tentu saja Nam terkejut melihat apa yang dilakukan Shone apalagi kemudian Shone memberikan pesanan itu kepada Nam. Nam pun semakin terpesona dengan Shone.
Setelah pulang sekolah, ternyata Shone dikeroyok oleh gerombolan kakak kelas yang tidak terima dengan perlakuan Shone. Sementara itu, kedua teman memberitahukan hal tersebut dengan Nam, mereka pun segera menuju kembali ke sekolah. Shone sebenarnya tidak tampak ingin melakukan perkelahian namun, karena salah satu dari gerombolan itu menghina ayah Shone, Shone pun memukul mereka. Disini terungkap mengapa Shone tidak begitu serius bermain sepakbola padahal ia diakui semua orang memiliki bakat. Ternyata Shone selama ini takut akan melakukan kesalahan yang sama dengan ayahnya yang tidak berhasil mencetak tendakan penalti sehingga provinsinya kalah. Nam dan ketiga temannya sampai di sekolah namun mereka sudah terlambat. Nam menemukan kancing baju yang berlumuran darah, Nam pun percaya bahwa kancing itu milik Shone, ia pun mengambilnya dan menyimpannya.
Sesampainya dirumah, ibu Nam menemukan minuman yang diberikan Shone kepada Nam. Nam menempelkan tulisan jangan diminum di minuman tersebut.(sebegitu berharganya pemberian itu bagi Nam..^.^)
Keesokan harinya, Nam terus mencari-cari sosok Shone. Saat upacara Nam akhirnya berhasil menemukan Shone yang sedang berbincang-bincang dengan temannya, nampak wajahnya penuh dengan luka. Ia pun menunggu Shone yang sedang diberi hukuman dan mencoba meminta maaf dengan malu-malu ia memberikan sekotak plester luka pada Shone, Shone pun mengambilnya. Saat Nam berbalik Shone pun mengatakan terima kasih kepada Nam, Nam pun semakin berbunga-bunga mendengarnya, ia gembira mengetahui kenyataan bahwa Shone mengetahui namanya.
Nam dan ketiga temannya sedang berada di toko langganan mereka. Tiba-tiba salah satu teman Nam menemukan buku dengan judul “20 Metode Agar Senior Jadi Pacarmu”, namun Nam tetap membaca buku “Menjadi Juara 1 di Ujian”, ia nampaknya benar-benar serius agar bisa bertemu dengan ayahnya. Tiba-tiba muncul seorang gadis yang berkata pada teman-temannya bahwa ia berhasil berpacaran dengan kakak kelas karena buku yang dipinjamnya di toko itu. Tentu saja hal itu menarik perhatikan Nam dan teman-temannya, namun Nam berpura-pura tidak peduli.
bersambung......

Note : picture from google (please contact me at handayaniifitrii@gmail.com for credit)

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...