Dream High, drama yang keluar tahun 2011 ini cukup booming di pasaran Indonesia apalagi dibarengi dengan tren koreanwave di kalangan remaja Indonesia. Namun, kali ini saya bukan bermaksud untuk memberikan sinopsis mengenai drama ini, melainkan ingin mengkaji salah satu adegan di drama ini yang sempat mengusik pikiran saya. Bagi kalangan yang pernah menonton drama seri ini tentu pernah melihat adegan di bawah ini.
Dalam adegan tersebut terlihat Jin Gook (Taecyeon) menawarkan salah satu pasang headset miliknya kepada Go Hye Mi. Pada awalnya tawaran tersebut ditolak dengan ketus oleh Hye Mi. Namun Jin Gook bersikeras agar Hye Mi memakai headset tersebut, ia pun dengan paksa memasangkan headset tersebut ditelinga kiri Hye Mi.
Namun, beberapa saat kemudian Hye Mi dengan kasar melepaskan headset di telinganya, ia marah karena menganggap Jin Gook hanya mempermainkannya. Hye Mi mengatakan tidak mendengarkan apapun dari headset tersebut. Melihat kemarahan Hye Mi, Jin Gook pun mengeluarkan ujung headset-nya yang sebenarnya tidak terpasang ke media apapun.
“Terserah apapun yang orang katakan tentang diri kita, kita bisa berpura-pura tidak mendengarkannya dengan menggunakan ini (headset)” kata Jin Gook. Ternyata Jin Gook melakukan hal tersebut bukan tanpa alasan, ia bermaksud ingin menguatkan Hye Mi yang sebelumnya sudah dicemooh teman-temannya. Setelah mendengarkan penjelasan Jin Gook, Hye Mi pun tersenyum kemudian memasang headset-nya kembali. Mereka berdua menikmati dunia semu yang sudah mereka ciptakan dalam pikiran masing-masing dan tidak ada yang mampu mengusik mereka karena tak ada suara apapun yang akan menganggu mereka lagi.
Dari adegan di atas saya belajar tentang ‘kerasnya dunia’, kadangkala kita berada pada satu situasi dimana kita ingin lari sekencang-kencangnya. Kita merasa sangat sendirian dan menganggap bahwa tidak ada orang yang bisa mengerti tentang kita. Mungkin salah seorang dari Anda pernah mengalami peristiwa yang sama seperti Hye Mi. Ketika semua orang menganggap Anda orang yang tidak pantas untuk didekati atau menyalahkan Anda, pada saat itu pasti muncul perasaan kesepian yang mendalam. Namun, dari adegan tersebut saya belajar bahwa kita harus melawan perasaan kesepian atau rasa bersalah yang sudah bersarang didalam pikiran kita. Kita diajarkan untuk tetap menegakkan kepala kita dan menatap lurus ke depan, adakalanya kita diharuskan berpura-pura untuk bersikap apatis pada hal-hal yang justru akan menyakiti kita. Oleh karena itu, apapun masalah Anda saat ini, tegakkan kepala Anda dan tataplah lurus ke depan karena di depan Anda-lah masa depan yang cerah akan datang.




No comments:
Post a Comment