Puisi adalah keindahan pikiran
manusia, rangkaian kata yang ada menyelipkan rasa terhadap asa. Tak ada
keindahan lain yang paling nampak di mataku selain riak-riak yang terangkai
dalam sajak indah ini. ‘Dia’ adalah pembohong yang bisa dipercaya karena tak
ada kenyataan yang nyata didalamnya, semua yang salah dapat menjadi benar, dan
kebenaran bisa menjadi kesalahan. Namun, ‘dia’ tidak akan berkhianat, karena
tak ada kesetian yang paling indah selain kejujuran dalam kalimatnya. Bersama
‘dia’ aku dapat melukiskan duniaku sendiri. Tak akan ada kata-kata yang tak
berarti, setiap huruf yang merangkai kata akan menyatu dalam kalimat dan
menciptakan bait yang akan menjembatani bait berikutnya. Semua batasan adalah
semu, kebebasan adalah tonggaknya, karena ini duniaku sendiri, hanya aku yang
bisa membatasinya sendiri. ‘Dia’ adalah keindahan sekaligus prahara yang
sengaja diciptakan, cinta dan kebencian adalah ramuan yang tercampur
didalamnya. ‘Dia’ dapat menjadi racun dan obat. Bukankah ‘kebohongan’ yang
dibumbui dengan ‘kesetiaan’ akan menjadikan ‘kenyataan’ tampak semakin indah? Lalu
keindahan apalagi yang tak disangsikan? Nyatanya puisi adalah pembohong yang
bisa dipercaya dan aku sedang merangkai puisi itu.
No comments:
Post a Comment