Friday, January 11, 2013

Puisi, Pembohong yang Bisa Dipercaya


Puisi adalah keindahan pikiran manusia, rangkaian kata yang ada menyelipkan rasa terhadap asa. Tak ada keindahan lain yang paling nampak di mataku selain riak-riak yang terangkai dalam sajak indah ini. ‘Dia’ adalah pembohong yang bisa dipercaya karena tak ada kenyataan yang nyata didalamnya, semua yang salah dapat menjadi benar, dan kebenaran bisa menjadi kesalahan. Namun, ‘dia’ tidak akan berkhianat, karena tak ada kesetian yang paling indah selain kejujuran dalam kalimatnya. Bersama ‘dia’ aku dapat melukiskan duniaku sendiri. Tak akan ada kata-kata yang tak berarti, setiap huruf yang merangkai kata akan menyatu dalam kalimat dan menciptakan bait yang akan menjembatani bait berikutnya. Semua batasan adalah semu, kebebasan adalah tonggaknya, karena ini duniaku sendiri, hanya aku yang bisa membatasinya sendiri. ‘Dia’ adalah keindahan sekaligus prahara yang sengaja diciptakan, cinta dan kebencian adalah ramuan yang tercampur didalamnya. ‘Dia’ dapat menjadi racun dan obat. Bukankah ‘kebohongan’ yang dibumbui dengan ‘kesetiaan’ akan menjadikan ‘kenyataan’ tampak semakin indah? Lalu keindahan apalagi yang tak disangsikan? Nyatanya puisi adalah pembohong yang bisa dipercaya dan aku sedang merangkai puisi itu.

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...