Wednesday, February 6, 2019

Renungan di Awal 2019

Setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan ‘belajar’ menulis kembali. Sudah cukup lama pikiran saya tidak tercurah dalam blog ini. Sudah satu tahun saya membiarkan begitu banyak pemikiran di kepala saya tersesat di antara angan-angan saja. Sebenarnya, ada sedikit penyesalan di dalam diri ini karena telah menyebabkan arsip blog di tahun 2018 menjadi kosong. Sebenarnya bukan satu tahun, tapi tiga tahun terakhir ini saya merasa tidak begitu leluasa lagi mencurahkan pemikiran dalam kata-kata. Ada begitu banyak rencana dan kata-kata yang ingin diungkapkan namun saya tidak pernah bisa mewujudkannya. Tiga tahun kebelakang bukan berarti saya tidak pernah mencoba untuk menulis, saya mencoba, namun selalu terhenti di tengah jalan, terlalu sering saya mendapati tulisan saya tidak selesai dan akhirnya terbengkalai. Ide saya menumpuk, namun pada akhirnya hanya mengembun dengan alasan kesibukan dan pada akhirnya terlupakan.

Dari awal saya selalu yakin bahwa menulis adalah proses pembelajaran yang panjang, semakin banyak kita mencoba merangkai kata maka semakin mudah kita mampu menyampaikan apa yang ada dipikiran kita.

Kepekaan dan kemampuan mengolah tema menjadi tulisan tidaklah didapatkan dengan cara yang instan. Konsistensi merupakan salah satu hal yang saya rasa menjadi kunci penting dalam pembelajaran tulis-menulis. Kabar buruknya, beberapa tahun terakhir ini, saya telah gagal dalam menerapkan prinsip konsistensi itu. Saya sudah mulai merasakan gejala-gejala ‘ketumpulan’ dalam pemilihan kata. Dalam hal ini, saya tidak mengatakan bahwa pemilihan kata saya beberapa tahun lalu lebih baik dari sekarang atau tulisan saya dahulu lebih baik dari sekarang (walaupun saya tidak menampik kemungkinan kebenaran hal tersebut). 

Sebenarnya bukan hanya pada kemampuan menulis saja, tetapi juga perasaan dan semangat untuk menulis sudah mulai luntur dalam diri saya. Saya selalu menempatkan kata ‘tidak punya cukup waktu luang’ sebagai alasan. Berulang kali saya mengatakan pada diri sendiri bahwa alasan tersebut tidak cukup kuat untuk menghentikan saya menghasilkan sebuah tulisan. Toh, pada kenyataanya,dahulu saya bisa menyempatkan waktu menulis dimana saja dan menganggap setiap hal yang terjadi bisa menjadi tema yang menarik untuk dibuat dalam tulisan. Begitu mudahnya saya menyempatkan waktu untuk menulis beberapa baris di note handphone ketika inspirasi itu datang. Oleh karena itu, setelah proses negosisasi yang panjang dengan diri sendiri, saya akhirnya memaksa dan merelakan diri saya untuk belajar menulis kembali.

Saya akhirnya menyadari bahwa kesulitan dalam memilih kata yang saya rasakan, berbanding lurus dengan jumlah buku yang saya baca. Bisa dikatakan penurunan minat dan kemampuan menulis dalam diri saya berbanding lurus dengan penurunan minat saya akan membaca. Jarangnya saya membaca buku menjadikan perbendaharaan kata saya pun ikut berkurang.

 Selain itu, saya menjadi salah satu orang yang terkena efek buruk dari teknologi dimana begitu malas membaca tulisan yang panjang dan lebih memilih bacaan yang singkat dan aktual, serta cenderung tidak mengindahkan bacaan-bacaan yang kritis. Saya tidak lagi mempermasalahkan apakah kajian tulisan itu mendalam atau tidak, saya hanya menitikberatkan apa inti informasi yang bisa didapatkan. Saya juga lebih suka menghabiskan waktu saya untuk menonton daripada membaca, saya begitu dimanjakan dengan gambaran visual dibandingkan tulisan yang harus diimajinasikan.

Saya tidak bisa berjanji pada diri sendiri untuk terus bisa mencurahkan pemikiran-pemikiran saya di blog ini. Saya hanya akan berusaha mengingatkan pada diri saya bahwa blog ini pernah menjadi tempat ternyaman untuk menyampaikan keresahan, harapan dan pemikiran. Oleh karena itu ketika berada di persimpangan jalan, saya harap blog ini bisa kembali menjadi salah satu tempat bagi saya untuk berhenti sejenak dan beristirahat.

1 comment:

  1. di tunggu janji nyo kak, mangats. selalu menanti tulisan terbaru dari kak fitri

    ReplyDelete

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...