Thursday, May 29, 2014

Ukuran Kecantikan Fisik, Sebuah Pandangan Picik

“Beauty is not in the face, beauty is a light in the heart”
-Kahlil Gibran-

            Setelah mengobrak abrik isi Gramedia Palembang, akhirnya saya menemukan dua buah buku yang terasa cocok untuk diselipkan dirak buku saya. Kedua buku itu berjudul “Cantik itu Kamu !”, karangan Linda Bradford dan “Road to Self Actualization”, hasil kolaborasi Dan Miller dan Maxwell Maltz. Saya termasuk salah s atu penggemar buku bertema psikologi dan pengembangan diri, mungkin itulah salah satu alasan yang membuat saya memilih buku ini. Baiklah, dalam postingan kali ini saya akan mencoba menguliti isi salah satu buku tersebut.
            Buku Cantik itu Kamu ! adalah buku yang pertama kali saya baca karena menurut saya buku setebal 132 halaman ini tidak akan menyita banyak waktu, mengingat saya sedang UAS pada saat itu. Pemilihan cover buku ini terkesan sangat girly dengan dominasi warna merah muda dan gambar kartun wajah seorang wanita. Kesan tersebut semakin diperkuat jika kita membaca isi buku ini yang sangat menunjukkan sisi feminim kaum wanita. Buku ini bisa dikategorikan buku saku karena berukuran hanya 11,5 x 18,5 cm jadi, tidak perlu khawatir repot membawa buku ini. Cetakan pertama buku ini pada tahun 2014, jadi buku ini tergolong baru beredar. Nama pena Linda Bradford pada awalnya sempat mengecohkan saya, saya pikir buku ini adalah buku terjemahan ternyata penulis adalah orang Indonesia, lahir di Yogyakarta 2 November 1978 dan merupakan lulusan akademi desain visual di Yogyakarta.
            Ukuran Kecantikan Fisik, Sebuah Pandangan Picik , judul bab pertama buku ini membuat saya tersentak. Pemilihan kata picik sebagai penggambaran sikap yang dilakukan masyarakat saat ini menurut saya adalah sebuah kata spontanitas yang menunjukkan realita di masyarakat. Kita tumbuh dan berkembang di lingkungan yang menetapkan standar tertentu untuk kecantikan fisik. Hidung yang mancung dan mungil dianggap lebih baik daripada hidung pesek dan besar, kulit putih bak porselen lebih cantik dibanding kulit hitam, para wanita berlomba-lomba memiliki tubuh seperti barbie, akibat obsesi tersebut anoreksia merupakan hal biasa yang terjadi pada mereka. Standar yang berkembang di masyarakat ini menyebabkan kecenderungan kaum wanita ingin memenuhi standar kesempurnaan. Sebagian orang yang tidak memenuhi standar kesempurnaan kadangkala menjadi tidak percaya diri dan putus asa. Padahal, kecantikan itu relatif, standar-standar yang ada di masyarakat kini tidak bisa dijadikan pedoman bagi kesempurnaan wanita.  

            Kini wanita bukan dituntut terlihat cantik melainkan terlihat menarik, karena wanita yang cantik belum tentu menarik sedangkan wanita menarik sudah tentu berhasil menampilkan kecantikan dengan caranya sendiri. Kecantikan fisik dianggap sebagai standar kuno yang kadaluarsa, saat ini perempuan yang mandiri, ulet, ceria dan pandai bergaul tampak lebih seksi di mata kaum lelaki.

“ Sex appeal seorang perempuan dapat muncul dari kecerdasannya, lincahnya dia bertutur kata, pengetahuannya yang luas tentang suatu subjek dan lain sebagainya”.

Tentu Anda pernah mendengar atau bertemu dengan wanita yang saat didekatnya kita seperti tertular energi positif dan membuat kita betah mengobrol lama dengannya, hal inilah yang disebut inner beauty, bicara tentang inner beauty bukanlah bicara sebagus apa cover buku yang Anda beli melainkan seberapa menarik ketika Anda membaca halaman demi halaman buku tersebut. Kecantikan bukanlah berasal dari tampilan yang dimiliki orang tersebut tapi bagaimana orang lain melihat penampilan mereka.
            Bersyukur adalah salah satu kekuatan yang luar biasa di muka bumi ini. Hal pertama yang harus dilakukan wanita yang ingin meningkatkan sex appeal-nya adalah dengan bersyukur, berhentilah mengkhawatirkan hal-hal sepele yang justru membuat wajah Anda cemberut dan tertekuk. Bersikaplah apa adanya, kejujuran sikap adalah sebuah pelengkap citra diri. Jangan membuat perbandingan yang tidak adil dengan orang lain dan diri sendiri. Tuhan telah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan yang adil, berhentilah mengkritik diri sendiri dengan menggunakan ukuran orang lain. Tersenyumlah, senyuman adalah perhiasan yang paling berharga di banding tata rias termahal sekalipun. Senyum yang baik bukanlah senyum yang dibuat-buat, melainkan senyum yang berasal dari ketulusan hati dan kedamaian jiwa. Dengan tersenyum, Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan bersahabat di mata orang lain. Tingkatkan rasa percaya diri Anda, wanita yang mandiri dan percaya diri akan memancarkan aura yang baik di mata kaum lelaki.
            Jadi, berhentilah memaksa diri Anda untuk memenuhi standar kesempurnaan, bersyukur dan maksimalkan kecantikan jiwa yang Anda miliki karena Cantik itu Kamu!

Daftar Pustaka
Bradford, Linda. 2014. Cantik itu Kamu. Yogyakarta: Penerbit Cakrawala.

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...