(Aku) ingin terbang bebas bersama mimpi(ku),
(aku) ingin melihat betapa banyak orang yang memiliki mimpi besar dengan
semangat yang menggebu-gebu. Dengan begitu, (aku) merasa tak tinggi lagi (aku)
akan terus merasa bersemangat untuk mengejar mimpi(ku) karena bukan (aku) saja
yang hidup di dunia mimpi. Tapi
kadangkala (aku) takut bermimpi terlalu jauh, (aku) merasa tak pantas, (aku)
merasa takut sehingga seringkali (aku) menundukkan kepala(ku), (aku) takut dan
tak percaya diri. (Aku) ingin terus bermimpi, tapi setiap kali (aku) melakukannya
semuanya terasa menyakitkan. Terlalu banyak bongkahan batu yang menyesakkan
hati(ku), terlalu banyak pemikiran-pemikiran konyol bergelut di otak(ku). Dunia
apakah sesulit ini? Bolehkah (aku) iri pada mereka yang tersenyum bahagia
sedangkan (aku) selalu tak puas dengan ini semua. Bolehkah (aku) marah pada
dunia, mengapa semuanya tampak begitu sulit bagi(ku)?(Aku) berusaha tampak
dingin dan puas, tapi (aku) selalu saja iri bahkan dengki, (aku) terlalu tinggi
hati untuk mengatakan (aku) puas saat ini. (Aku) terlalu angkuh untuk
mengatakan inilah posisi yang pantas untuk(ku). Tapi, (aku) memang ingin terus
bermimpi. Dunia(ku) sekarang terasa terlalu sempit bagi(ku). Entahlah apakah
ini kearoganan(ku), atau memang ada dunia yang lebih besar untuk(ku)?(Aku)
berusaha untuk percaya bahwa ini tempat terbaik untuk(ku) tapi tetap saja, jiwa(ku)
memberontak. (Aku) selalu bertanya-tanya pada Tuhan tapi (aku) tak kunjung
mendapat jawaban, apakah Tuhan lupa membalas surat(ku)?(Aku) berusaha memahami
dan menerima tetapi mengapa setiap kali aku melakukannya, semuanya tampak
semakin menyedihkan bagi(ku), entahlah!!! Kata-kata mutiara dan penyemangat
hanya tampak seperti petir bagi(ku), menyentakku kemudian hilang tanpa bekas.
Mungkin (aku) malu? Ya, (aku) malu. (Aku) malu pada dunia dan dengan diri(ku)
sendiri. (Aku) terlalu mengebu-gebu, terlalu bersemangat sehingga menjadi tak
layak. (Aku) tak tampak anggun dalam bermimpi layaknya besi yang keras, (aku)
patah dan kemudian berkarat. Apakah (aku) terlalu kaku? Mengapa semuanya tampak
selalu menyakitkan? Inikah apa yang dikatakan roda itu berputar? Tapi, (aku)
tak kunjung menerima semuanya. Apakah ini dinamakan karma? (Aku) hampir
mengembun dan kehilangan arah. Apakah (aku) tak cukup dewasa untuk merasakan
luasnya dunia? (Aku) seringkali takut, bahkan hampir kehilangan akal sehat. (Aku)
selalu takut tapi (aku) ingin terus bermimpi. (Aku) tahu (aku) tak mampu tapi (aku)
ingin terus menjadi pemberani walaupun (aku) menjadi penakut lagi, pemberani,penakut,
pemberani. Apakah sang pemimpi takkan pernah merasakan takut? Tuhan jawablah
tanya(ku) ini.......
No comments:
Post a Comment