Saturday, December 7, 2013

Pelukis dan Kerinduannya

Kanvas usang itu berdiri dihadapannya
Angan-angannya menari-nari bersama sapuan kuas sihir
Campur aduk dia meramu diatas palet
Dengan sedikit polesan, sihirnya menjadi sempurna
Menyatu dalam gambar, sesosok wanita.
Terangkai dari titik-titik kebaikan
Tersambung dengan garis kelembutan
Membentuk bidang keindahan
Menyatu dalam warna kasih sayang
Terlengkapi dengan tekstur kehangatan..
Dia letakkan kuas sihir dan paletnya.
Berdiri.
Semakin lekat ia memandang gambar itu.
Dimatanya ada irama kerinduan.
Dia pun berbisik “Ibu, aku rindu...”

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...