Saturday, December 7, 2013

Demo di Negeriku

Dalam kegaduhan
Mereka masih berteriak sangar 
Memaki, lebih mencaci
Spanduk besar menutupi mentari
Tarik dorong dengan polisi,
Mempertahankan harga diri, yang tak berarti lagi.
Inilah sosok negeriku kini,
Darah dan keringat, semua bercampur
Semua dilewati meski harus tersungkur
Mereka terlalu sibuk mengatas namakan rakyat.
Tapi ....lihatlah
Sosok sosok dipinggir rel itu, tetap saja melarat
..................
“Ah, sudahlah kami hanya ingin hidup tenang”

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...