Salah satu video Tedx favorit saya adalah penampilan Josh Kaufman, seorang author buku berjudul The First 20 Hours-How to Learn Anything. Ia membuka penampilannya dengan menceritakan keresahannya sebagai ayah dari seorang anak berusia dua tahun. Menjadi orang tua mengubah hidupnya, " I am never going to have free time again ", begitu katanya. Ia mengaku sebagai 'geek' yang selalu ingin mempelajari hal baru namun, menjadi seorang ayah membuatnya sadar bahwa ia tidak akan punya banyak waktu untuk memenuhi hasratnya mempelajari hal baru.
" How long does it take to acquire a new skill?"
Kita selalu penasaran berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari keahlian baru, keresahan itulah yang membuat Josh Kaufman memulai risetnya. Mungkin sebagian dari kita sudah sering mendengar bahwa butuh 10.000 jam bagi seseorang untuk mempelajari hal baru, tren mengenai 10.000 jam ini sudah banyak digaungkan di banyak buku, website maupun oleh para pembicara.
"Tetapi, apakah benar kita harus menghabiskan waktu 10.000 jam untuk mempelajari hal baru?"
Tentunya sebagian orang juga pernah berpikiran yang sama seperti Josh Kaufman yang merasa bahwa 10.000 jam adalah waktu yang dirasa begitu panjang sementara mereka bahkan tidak punya banyak waktu luang. Menghabiskan waktu 10.000 jam sama dengan full time job selama 5 tahun, apakah selama itukah kita baru mampu menguasai keahlian baru?
Darimanakah teori 10.000 jam ini berasal?
Teori 10.000 jam ini pada awalnya dikeluarkan oleh seorang profesor dari Florida State University yang bernama K. Anders Ericsson. Ia melakukan riset terhadap atlet, musisi kelas dunia dan chess grand masters. Ericcson mencoba meneliti berapa lama waktu yang dibutuhkan mereka agar dapat menjadi seorang ahli di bidang masing-masing. Berdasarkan penelitiannya, ia menemukan bahwa semakin banyak waktu yang mereka habiskan untuk berlatih maka semakin banyak pula keahlian mereka meningkat.
Professor Ericsson pada awalnya menyebutkan bahwa jika kita ingin mencapai expert-level performance maka kita harus menghabiskan waktu 10.000 jam namun mengapa teori tersebut berubah makna menjadi jika kita ingin mempelajari hal baru maka kita harus menghabiskan waktu 10.000 jam? Ada pergeseran makna yang besar dalam teori ini. Josh Kaufman menganalogikan hal ini sebagai "the game of telephone". Perubahan makna ini diawali ketika Malcolm Gladwell mengeluarkan sebuah buku berjudul Outliers :The Story of Success pada tahun 2007. Dalam buku tersebut, teori 10.000 jam menjadi topik utama. Pada saat perilisannya buku tersebut menjadi best seller selama 3 bulan dan tentunya teori 10.000 jam ini mulai tersebar. Society-wide game of telphone yang dikatakan oleh Josh Kaufman pun terjadi. Ketika pada awalnya dengan 10.000 jam kita mampu mencapai expert-level performance berubah menjadi kita hanya mampu mencapai good-level performance dan pada akhirnya hanya mampu mencapai level learn something. Tentunya, pernyataan terakhir adalah sebuah teori yang tidak benar. Lalu berapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk mempelajari hal baru?
Pada saat penampilannya, Josh Kaufman mencoba menjelaskan teorinya melalui sebuah grafik yang menunjukkan hubungan antara lama waktu berlatih dengan performa seseorang (waktu).
Berdasarkan riset yang telah dia lakukan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa ketika seseorang dengan masa pelatihan yang masih sedikit membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya, sementara ketika dia berlatih lebih lama, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi semakin singkat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang telah berlatih dalam jangka waktu yang lama maka semakin efektif dia dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Namun, ketika kita ingin mempelajari sebuah keahlian, kita tidak terlalu peduli dengan waktu, yang kita pedulikan adalah seberapa 'bagus' performa kita. Jadi, kita akan melihat kurva baru yang menunjukkan bahwa ketika kita mempelajari hal baru, sebenarnya kita mengalami sebuah peningkatan keahlian yang sangat cepat hingga kita mencapai titik plateau (stabil).
Lalu pertanyaannya adalah how long does it take from starting something and being grossy incompetent and knowing it to being reasonably good? Josh Kaufman memberikan jawaban bahwa kita hanya butuh 20 jam untuk mempelajari hal baru. Jadi, kita hanya membutuhkan waktu setidaknya 45 menit per hari dalam sebulan. Ada empat metode yang ditawarkan Josh Kaufman untuk mampu menguasai keahlian baru dalam waktu 20 jam.
1. Deconstruct the skill
Kita harus mampu menjabarkan dengan jelas keahlian yang ingin kita kuasai. Tanpa kita sadari, sebuah keahlian sebenarnya merupakan gabungan dari banyak keahlian yang berbeda-beda. Oleh karena itu dengan menjabarkannya secara terperinci menjadikan kita lebih mudah dalam memutuskan keahian apa yang sebenarnya membantu kita dalam menguasai sesuatu. Kita akan mampu lebih cepat menguasai sebuah keahlian ketika kita mempelajari keahlian 'utama' terlebih dahulu.
2. Learn enough to self-correct
Cari berbagai referensi yang bisa memberikan perbandingan agar kita mampu mengoreksi kesalahan yang kita lakukan. Namun, jangan menjadikannya alasan untuk melakukan penundaan. " Saya akan mulai belajar melakukan pemrogram komputer setelah selesai membaca 20 buku ini ", kalimat seperti itu adalah contoh alasan penundaan yang sering kita lakukan. Oleh karena itu, belajarlah sedikit demi sedikit kemudian praktikan, setelah itu lakukan koreksi. Terkadang proses pembelajaran itu terjadi ketika kita menemukan kesalahan dan berusaha mengoreksinya.
3. Remove practice barriers
Jauhkan hal-hal yang bisa mengganggu, seperti televisi, internet, dll. Ketika kita mampu menjauhkan diri dari hal-hal yang mengganggu maka konsentrasi kita akan lebih tinggi untuk mempelajari hal baru.
4. Practice at least 20 hours
Berlatihlah setidaknya 20 jam untuk menguasai keahlian baru.
Dari keempat metode tersebut, ada sebuah penghalang besar yang dimiliki setiap orang. Josh Kaufman menyebutnya sebagai a frustration barrier, situasi dimana kita merasa bodoh-kita tahu kenyataannya-namun sulit untuk mengakuinya. Kita semua tidak ingin merasa menjadi orang bodoh dan hal tersebut menjadikan kita tidak mau menghabiskan banyak waktu untuk duduk dan belajar.
" The major barrier to learn something new is not intellectual, it's not the process of you learning a bunch of little tips or tricks or things. The major barrier's emotional ".
Josh Kaufman mengatakan bahwa kita tidak mau belajar hal baru karena kita takut. Kita takut merasa menjadi orang bodoh. Perasaan bodoh yang kita rasakan saat mulai belajar sesuatu menjadikan kita enggan untuk memulai. Tentu semua orang tidak nyaman ketika merasa bodoh namun dengan menghabiskan waktu setidaknya 20 jam tanpa kita sadari kita telah menghapus sedikit demi sedikit ketakutan itu.



No comments:
Post a Comment