Sunday, November 25, 2012

Mencintaimu pagi, siang, malam

Judul Buku   :Mencintaimu Pagi, Siang, Malam 
Penulis         : Andrei Aksana
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, Cetakan II: Maret 2011
Tebal            : 224 halaman
Harga           : Rp.50.000,-
Resensator   : Fitri Handayani

            Andrei Aksana, penulis satu ini merupakan penulis Indonesia yang terkenal dengan kata-kata puitis dan novel yang sebagian besar melankolis. Kisah-kisah yang ditawarkan dalam setiap buku yang ia tulis selalu berhasil menyayat hati setiap pembaca. Sebut saja ‘Cinta Penuh Airmata’, dari judulnya pun kita bisa meramalkan isinya yang tentu saja banjir airmata, atau ‘Lelaki Terindah’ yang sempat menjadi kontroversi karena mengangkat kisah seorang homo, namun tetap saja berakhir dengan airmata pula. Tapi semua itu justru menguatkan karakter penulis satu ini. Tidak dapat dipungkiri darah penulis memang sudah mengalir pada diri Andrei Aksana, ia adalah anak Nina Pane Budiarto, penulis novel Serpihan Mutiara Retak dan keponakan dari Sanoesi Pane dan Armijn Pane yang merupakan pujangga terkenal pada masanya. Selain menulis, Andrei Aksana juga dikenal sebagai penyanyi, di beberapa bukunya ia juga menyelipkan kaset CD soundtrack untuk novelnya.
            Kumpulan puisi Mencintaimu Pagi, Siang, dan Malam, Andrei Aksana nampaknya begitu ingin menekankan perputaran waktu dalam mencintai sesorang. Tiga waktu satu cinta, inilah judul prolog buku ini, Andrei Aksana sepertinya ingin menunjukkan bahwa cinta harus melewati 3 fase yang digambarkan seperti pagi, siang dan malam, fase-fase itu adalah pagi untuk melihat, siang untuk memahami dan malam untuk menemukan. Apabila cinta tak berhasil melewati 3 fase ini maka cinta itu akan luntur bahkan hilang.
            “ Pagi untuk mencintaimu, seolah tak ada lagi hari esok”,  puisi inilah yang membuka bab pertama pada buku ini. Pada fase pagi, Andrei Aksana menggambarkan sosok yang sedang dimabuk cinta, dan tergila-gila akan cinta, fase ini menunjukkan awal pertama sesorang bersentuhan dengan cinta. Jadi, tak perlu heran jika anda menemukan sebagian puisi yang berisi kata-kata yang memuja cinta, namun awal cinta tak selamanya bahagia, dimabuk cinta juga berarti kesetiaan yang tak berujung dan pengharapan terhadap cinta yang tak terbalas. Sosok yang sedang jatuh cinta, layaknya manusia yang sudah kehilangan akal sehat, dan hanya memandang cinta dalam hidupnya.
            “ Siang tanpa terik. Sejak kamu embunkan gurun hatiku.” Pada fase siang, menceritakan ketika cinta itu harus diuji. Kadangkala keraguan, kecemburuan sering menghantui cinta, disinilah saat cinta diuji. Oleh karena itu, siapa yang tidak bisa melalui fase kedua ini maka cinta yang mereka miliki akan luntur atau hilang.
            “ Malam untuk kembali ke sampingmu lagi. Hatiku terkunci.” Malam adalah fase terakhir, inilah fase penentu cinta. Ada orang yang ketika fase kedua ragu justru mencoba lagi percaya pada cinta, ada juga yang berhasil melewati fase kedua tapi justru berakhir pada fase terakhir, dan ada yang semakin tergila-gila akan cinta pada fase ini.
            Tak dapat disangkal lagi, bahwa novel ini memang sangat menyentuh hati, kata-kata yang dipakai oleh Andrei Aksana begitu simpel namun berhasil membuat semua pecinta berbunga-bunga. Sisi romantisme yang ada pada Andrei Aksana benar-benar tampak pada novel ini. Kalimat yang ia gunakan bukanlah kalimat gombal yang bisa dibilang ‘ kelas rendah’ tapi bisa dipastikan jika laki-laki menggunakan puisi di dalam buku ini dalam merayu wanita, siapa wanita yang tak tersenyum-senyum sendiri dan jatuh hati ? Kata-katanya mengalir tak dipaksakan, sehingga membuat pembaca semakin penasaran ketika membalik lembar demi lembar buku ini. Kekuatan kata-kata yang dimiliki Andrei Aksana membuat novel ini memang layak dimiliki oleh pembaca yang sedang dimabuk cinta. “Cinta harus diperjuangkan” seperti itulah makna yang saya ambil dari buku ini, butuh perjuangan besar bagi pecinta untuk melewati fase pagi, siang, dan malam.

No comments:

Post a Comment

Catatan di Awal 2021

Dua ribu dua puluh satu, bilangan yang semula puluhan telah dianugerahi penambahan angka satuan. Walaupun sudah lewat dua bulan, semoga tuli...